Mengenal Bahasa Pemrograman Kotlin
Kotlin merupakan bahasa pemrograman modern yang bersifat staticaly-typed yang artinya bahasa tersebut melakukan kompilasi dan cek tipe variabel sebelum dieksekusi pada platform Java Virtual Machine (JVM). Kotline menggunakan compiler LLVM yang artinya, dapat dikompilasi ke dalam kode JavaScript.
Sejak diluncurkan pada pagelaran Google I/O pada bulan Mei 2017, Kotlin menjadi bahasa kelas utama (first class language) dalam pembuatan aplikasi Android.Kotlin menjadi bahasa pemrograman banyak diminati oleh para developer, terutama developer Android.
Kotlin dikembangkan oleh JetBrains, sebuah perusahaan yang juga mengembangkan tools pemrograman (IDE). Kemudian saat ini diadopsi oleh Google untuk mengembangkan aplikasi melalui Android Studio.
JetBrains menamakan bahasa pemrograman tersebut menjadi Kotlin karena singkat cerita, Kotlin merupakan sebuah pulau yang berada di tempat yang sama dengan markas JetBrains. Lokasinya di Saint Petersburg, Russia. Kotlin 1.0 adalah versi awal yang dirilis pada bulan Februari 2016 dan saat ini sudah mencapai versi 1.30.70.
Kelebihan dari Kotlin
Selain Kotlin itu modern, Kotlin merupakan bahasa yang powerfull tentu cocok bagi developer dalam membuat aplikasi Android. Karena Kotlin adalah bahasa nomor satu untuk pengembangan aplikasi Android. Kotlin mulai banyak dipakai di perusahaan besar. Contohnya Gojek, Slack, Trello dan Pinterest.
Developer yang baik adalah developer yang memiliki sifat keep going ahead (maju terus), Artinya developer harus siap untuk belajar kedepan karena perkembangan teknologi yang begitu pesat. Karena Kotlin sangat berkesinambungan dengan Android, untuk itu developer tak boleh lengah dan ketinggalan. Skill Kotlin akan sangat dibutuhkan dan menjadi nilai plus bagi developer yang menguasainya.
Lantas, kenapa kita harus mempelajari Kotlin? Inilah kelebihan dari bahasa pemrograman Kotlin :
1. Open Source
Open-sources artinya Kotlin dapat bebas kita gunakan secara gratis. Kita juga bisa melihat proses pengembangan, modifikasi atau bahkan ikut berkontribusi di dalamnya. Selain Kotlin digunakan untuk pengembangan aplikasi Android, Kotlin juga bisa dipakai dalam membangun aplikasi server dan web.
Bahkan saat ini sedang dikembangkan Kotlin/Native yang memungkinkan developer untuk dapat mengembangkan Kotlin di platform iOS dan Mac OS.
2. Mudah Dipelajari
Kotlin begitu diganderungi oleh para Developer Android karena selain simpel, kesederhanaan dari Kotlin membuat para developer jatuh cinta. Kesederhanaan yang dimaksud berupa sintak, dll. Jika sebelumnya kalian menggunakan Java untuk membuat aplikasi Android, maka tidak akan mengalami kesulitan ketika kamu migrasi ke Kotlin.
Ketika kalian mempelajari Kotlin, katakan selamat tinggal pada titik koma (;) di akhir kode. Perlu kamu tahu Kotlin bebas dari titik koma, tidak seperti Java tiap akhir kode wajib memakai titik koma (;). Sehingga Kotlin mudah dipelajari.
3. Banyak Dipakai Perusahaan
Perusahaan besar seperti Gojek sudah memakai Kotlin di project Java yang sudah ada. Hal ini tentu banyak diikuti oleh perusahaan besar lainnya. Artinya semakin banyak startup atau perusahaan besar memakai dan mengimplementasikan Kotlin. Maka peluang akan kebutuhan developer Kotlin pun semakin menanjak. Contoh perusahaan memakai Kotlin antara lain, Gojek, Pinterest, Evernote, Slack Trello, dsb.
4. Bahasanya Simple dan Ringkas
Selain karena tidak menggunakan tanda titik koma (;) di akhir code, Kotlin juga memiliki bahasa yang lebih singkat dibandingkan dengan Java. Di Kotlin ada pengurangan drastis dari jumlah kode boilerplate. Seperti pada Java kodingan mu bisa bertele-tele sampai mengulangi kode yang sama. Sedangkan Kotlin setidaknya akan meringkas kode dari Java, misal pada Java 50 baris, dengan Kotlin kita hanya menghabiskan 35 baris saja.
5. Kotlin Lebih Ringan daripada Java
Sumber : hackr.io
Kotlin dapat meningkatkan kecepatan eksekusi fungsi Lambda. Jika dibandingkan dengan Java, kedua bahasa ini sama-sama berjalan pada JVM, tentunya soal kecepatan Kotlin lebih unggul. Kecepatan seperti apa? Debugging atau me-run aplikasi baik itu pada emulator maupun pada real device. Jadi bahasa Kotlin lebih ringan dibandingkan bahasa Java
6. Lebih Aman dari Kesalahan Error
Sumber : xenonstack.com
Kode atau sintak yang ditulis pada Kotlin akan terhindar dari error. Seperti ketika kamu ngoding di Java maka kamu sudah terbiasa bersahabat dengan NullPointerExceptions (NPE). Exception bisa membuat developer frustasi, karena menyebabkan aplikasi crash. Oleh karena itu Kotlin bebas dan aman dari NullPointerExceptions (NPE). Menurunkan tingkat bug yang menyebabkan aplikasi kamu berhenti secara tiba-tiba.
7. Terintegrasi dengan Android Studio
![]()
Karena Kotlin dikembangkan oleh JetBrains, perusahaan yang mengembangkan IntelliJ. Android Studio adalah basis awal dari IntelliJ. Maka dari itu Kotlin sangat terintegrasi dengan Android Studio. Karena keduanya bisa dibilang dikembangkan oleh perusahaan yang sama.
8. Interopable
Kotlin dan Java bisa kamu pakai secara berbarengan. Kode program Java bisa dipanggil dengan Kotlin, begitu pun sebaliknya. Keren juga kan? Selain itu kamu bisa menulis kode Java di dalam kelas Kotlin dan terdapat konversi ke Kotlin secara otomatis.
9. Kotlin Tidak Hanya untuk Android
Kotlin tidak hanya diperuntukan untuk Android saja. Seperti yang dibahas di awal-awal. Kotlin bisa dipakai untuk pengembangan aplikasi server, iOS (melalui Kotlin Native) bahkan sekaligus. Namun, dalam urusan membangun web Kotlin membutuhkan framework seperti Spring, Ktor, Spark Javalin, dsb.
Selain itu juga bisa dipakai untuk menulis JavaScript (melalui Kotlin JS). Kotlin memiliki sifat interoperability 100% dengan Java. Maka apapun yang bisa menggunakan basis Java bisa juga menggunakan Kotlin.
Cara Menggunakan Kotlin di Android Studio
Sebelum kita mulai menulis kode dengan kotlin, kita perlu menambahkan plugin dari Android Studio yang tentu saja akan digunakan dalam menulis bahasa pemrograman dengan Kotlin. Buka Android Studio, lalu pilih menu configure -> plugins. Kemudian klik tombol “Browse repositories…” dan ketikkan kata “Kotlin” lalu klik “Install”
Setelah terinstall, silahkan di restart Android Studio nya.
Langkah selanjutnya adalah kita perlu menambahkan plugin pada file gradle kita terlebih dahulu, yaitu di dalam root project kita, agar kotlin dapat di kompilasi dan di jalankan di atas platform Android
dependencies { classpath 'org.jetbrains.kotlin:kotlin-gradle-plugin:1.0.6' } |
Dan jangan lupa di tambahkan juga pada module utama dari project kita
apply plugin: 'kotlin-android' dependencies { classpath 'org.jetbrains.kotlin:kotlin-gradle-plugin:1.0.6' } |
Seperti biasa, kita buat terlebih dahulu tampilan utama dari aplikasi kita dengan nama activity_main.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?> <android.support.design.widget.CoordinatorLayout xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android" xmlns:app="http://schemas.android.com/apk/res-auto" xmlns:tools="http://schemas.android.com/tools" android:id="@+id/cl_main" android:layout_width="match_parent" android:layout_height="match_parent" tools:targetApi="LOLLIPOP"> <RelativeLayout android:layout_width="match_parent" android:layout_height="match_parent"> <android.support.v7.widget.Toolbar android:id="@+id/toolbar_main" android:layout_width="match_parent" android:layout_height="wrap_content" android:layout_alignParentTop="true" android:background="@color/colorAccent" android:elevation="4dp" app:theme="@style/AppTheme.Toolbar" /> <Button android:id="@+id/btn_main" style="?attr/borderlessButtonStyle" android:layout_width="match_parent" android:layout_height="wrap_content" android:layout_centerInParent="true" android:layout_marginEnd="16dp" android:layout_marginStart="16dp" android:paddingBottom="16dp" android:paddingTop="16dp" android:text="@string/btn_click" android:textColor="@color/colorPrimaryDark" android:textSize="16sp" /> </RelativeLayout> </android.support.design.widget.CoordinatorLayout> |
Lalu kita buat implementasi dari layout tersebut dengan bahasa pemrograman kotlin seperti berikut…
class MainActivity : AppCompatActivity() { override fun onCreate(savedInstanceState: Bundle?) { super.onCreate(savedInstanceState) setContentView(R.layout.activity_main) val root = findViewById(R.id.cl_main) as CoordinatorLayout val toolbar = findViewById(R.id.toolbar_main) as Toolbar toolbar.title = title setSupportActionBar(toolbar) val message = resources.getString(R.string.message) val button = findViewById(R.id.btn_main) as Button button.setOnClickListener { view -> Snackbar.make(root, message, Snackbar.LENGTH_SHORT).show() } } } |
Sebelum dijalankan, jangan lupa di registrasikan class activity yang sudah kita buat pada file AndroidManifest.
Sekarang coba di jalankan aplikasinya dan silahkan dilihat hasilnya
Baiklah, cukup sampai sini dulu kita berkenalan dengan kotlin, Terimakasih.
Source :
l https://www.dicoding.com/blog/apa-itu-kotlin-kenapa-kita-harus-mempelajari-kotlin/
l https://medium.com/@budioktaviyans/pemrograman-kotlin-untuk-android-756186f18280







Komentar
Posting Komentar