APA YANG TERJADI SAAT KOMPUTER PERTAMA KALI DINYALAKAN ?
Dalam kehidupan sehari-hari, komputer sangat membantu kita dalam melakukan beberapa kegiatan. Fungsi Komputer adalah sebagai alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan untuk mempermudah pekerjaan dan sebagai alat komunikasi serta dapat digunakan untuk hiburan.
Penggunaan komputer saat ini digunakan tidak cuma untuk bekerja dan untuk hiburan saja tetapi bisa juga berperan di bidang pendidikan seperti sekolah dan kuliah karena terdapat media internet sebagai pendukung penambah wawasan
Nah.. Pernahkan kalian bertanya-tanya apa yang terjadi pertama kali ketika kita menghidupkan komputer ? Sebelum membahas itu, sebaiknya kita mengetahui apa yang disebut dengan Booting.
APA ITU BOOTING ?
Booting dapat diartikan sebagai proses untuk menghidupkan komputer sampai sistem operasi mengambil alih proses
Selain itu arti BIOS pun perlu dipahami. BIOS (Basic Input Output System) adalah suatu kode software yang ditanam di dalam suatu sistem komputer yang memiliki fungsi utama untuk memberi informasi visual pada saat komputer dinyalakan, memberi akses ke keyboard dan juga memberi akses komunikasi secara low-level diantara komponen hardware.
URUTAN PROSES KOMPUTER SAAT DINYALAKAN
Power Supply → Motherboard → Processor → ROM BIOS → POST → CMOS → OS
Keterangan :
Pertama menekan tombol power komputer. Berikut adalah cara komputer bekerja selama fase boot:
- Arus Listrik, power supply komputer melakukan tes sendiri. Jika semuanya baik, ia akan mengirimkan sebuah sinyal ke “otak” atau CPU (Central Processing Unit) komputer.
- Setelah mendapat sinyal dari power supply, CPU mulai beroperasi, dan menjalankan instruksi yang berada dalam sebuah chip yang disebut ROM BIOS (Read Only Memory, Basic Input / Output System).
- Tugas pertama chip BIOS adalah untuk memulai pemeriksaan dasar dari perangkat keras utama komputer (disk drive, keyboard, mouse, printer, scanner, dll). Ini disebut power-on self test (POST).
- BIOS juga mencari dan mengaktifkan ROM lain chip BIOS
- BIOS kemudian mencari komponen interkoneksi bus perifer (PCI) dan, mengecek semua kartu PCI.
- BIOS kemudian memeriksa CMOS untuk daftar harddisk yang diidentifikasi sebagai perangkat boot. CMOS merupakan chip komputer internal yang memegang daftar informasi disk boot (dan informasi lainnya termasuk tanggal dan waktu).
- Setelah BIOS menemukan boot device yang sesuai dengan Master Boot Record yang valid, BIOS tersebut mengalihkan tanggung jawab untuk sisa proses boot ke perangkat itu.
- Master Boot Record pada hard disk memiliki dua bagian: bagian pertama menjelaskan cara hard disk terstruktur atau dipartisi, dan bagian kedua berisi kode partisi loader, yang berisi petunjuk untuk melanjutkan proses boot. Kode loader partisi yang mengambil alih proses boot dari BIOS.
- Sebuah file tersembunyi yang disebut NTLDR switch CPU untuk mode operasi dilindungi yang menempatkan prosesor dalam mode 32-bit.
- NTLDR akan mencari file bernama Boot.ini. Jika file boot.ini ada, itu akan dimuat ke dalam memori dan pengaturan kustom ditampilkan.
- NTLDR kemudian mencoba untuk memulai Windows XP dari partisi 1 dari hard disk pertama, yaitu C: drive.
- NTLDR mencari file bernama NTDETECT.COM yang merupakan file yang dapat mendeteksi dan mengumpulkan daftar komponen perangkat keras yang terinstal.
- Daftar ini akan dimuat ke dalam registri Windows pada tombol perangkat keras HKEY_LOCAL_MACHINE.
- Setelah memilih konfigurasi hardware, NTLDR mulai memuat Windows XP file kernel, yang disebut ntoskrnl.exe. Kernel adalah komponen utama sistem komputer yang paling operasi. Tanggung jawabnya meliputi sumber daya sistem pengelolaan dan komunikasi antara komponen hardware dan software.
- Pada saat yang sama, NTLDR juga memuat Hardware Abstraction Layer (HAL.DLL). File ini melindungi file kernel dari permintaan perangkat keras selama fase pertama dari awal start up. Akhirnya NTLDR memuat driver perangkat untuk perangkat boot.
- Pada titik ini, kernel mengambil alih proses booting dan memulai tahap kedua yaitu startup.
- Tugas terakhir untuk kernel adalah untuk memulai Subsystem Session Manager (SMSS). SMSS bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan user-mode yang menyediakan antarmuka pengguna grafis (GUI) untuk Windows XP.
- SMSS memuat file bernama win32k.sys yang pada gilirannya memulai subsistem grafis Win32. Tak lama setelah win32k.sys dimulai, layar switch ke mode grafis
- Service Subsystem, semua perangkat lunak yang sudah ditandai untuk Auto Start. Hal ini termasuk anti-virus program, program anti-spyware, dan sejenisnya yang berjalan di latar belakang, melindungi komputer Anda.
- Setelah semua perangkat dan layanan mulai, Windows mengasumsikan boot berhasil, dan menulis konfigurasi saat ini ke file Dikenal Konfigurasi terakhir. Sekarang proses Login Windows mulai. Kernel memuat file bernama WINLOGON.EXE yang diambil alih oleh proses yang disebut Otoritas Keamanan Lokal (file LSASS.EXE).
- Sebuah logon Windows kotak dialog yang ditampilkan, yang muncul kira-kira pada saat yang sama bahwa Subsistem Layanan memulai layanan jaringan
- Sistem operasi berjalan dan siap digunakan
Sumber :
- http://www.fungsiklopedia.com/fungsi-komputer/
- https://andikabaelah28.wordpress.com/2013/03/01/73/
- https://computingnetwork.wordpress.com/2013/05/08/proses-yang-terjadi-pada-komputer-saat-dinyalakan/
- http://suma-nur.blogspot.com/2014/05/proses-booting-pada-sistem-operasi.html
Komentar
Posting Komentar